Gereja Katedral Jakarta: Arsitekturnya Menakjubkan

Tampak depan Gereja Katedral Jakarta yang menawan.

Tampak depan Gereja Katedral Jakarta yang menawan.

Walau sudah berdiri lebih dari 100 tahun, Gereja Katedral Jakarta ini tetap kokoh dan tak kehilangan pesonanya. Bahkan, bangunan ini menjadi saksi bagaimana hebatnya desain arsitektur masa lalu.

Tak sulit menemukan bangunan Gereja Katedral Jakarta ini. Saat Anda melintasi Jalan Lapangan Banteng dan Jalan Katedral Jakarta, bangunan ini tampak menonjol dengan gaya arsitektur neo-gotik yang pernah populer di Eropa. Dari luar saja, bangunan ini sudah terlihat keindahannya. Desain bangunannya mirip dengan bangunan-bangunan gereja yang berada di Eropa. Walau sudah berusia lebih dari 100 tahun, bangunan ini tetap kokoh, terawat, dan cantik.

Menara yang letaknya berada di atas gedung.

Menara yang letaknya berada di atas gedung ini memberi karakteristik yang kuat terhadap bangunan gereja ini.

Cobalah tengok ke bagian atas bangunannya. Di sana, Anda akan melihat keindahan 3 menara, yaitu Menara Benteng Daud (Fort of David) yang letaknya di sebelah utara, Menara Gading (Tower of Ivory) yang letaknya di sebelah selatan dan hingga kini masih memiliki jam yang masih berfungsi, serta menara berbentuk salib yang disebut Menara Malaikat Tuhan (The Angelus Dei Tower).

Mirip Harry Potter enggak saya? Hehehe..

Btw, saya sudah mirip dengan Harry Potter enggak? Hehehe..

Ketiga menara ini cukup menyita pandangan mata karena tingginya yang menjulang. Menara Malaikat Tuhan menjulang setinggi 45m, sedangkan Menara Benteng Daud dan Menara Gading menjulang setinggi 60m. Ketiga menara ini juga punya arti khusus. Menara Benteng Daud melambangkan Maria sebagai perlindungan terhadap kuasa-kuasa kegelapan, dan Menara Gading melambangkan keperawanan Maria.

Memasuki Gereja

Sebelum Anda masuk ke dalam gereja, Anda akan dihadapkan pada pintu masuk yang begitu megah dan indah. Di atas pintu utama ini Anda akan melihat patung Maria yang di bawahnya terdapat tulisan “Beatam Me Dicent Omnes Generationes” yang artinya “semua keturunan menyebut aku bahagia”. Tulisan ini juga semacam doa bagi semua penganut agama Kristen Katolik agar selalu bahagia.

Jajaran bangku yang tertata rapih di dalam gereja.

Jajaran bangku yang tertata rapih di dalam gereja.

Memasuki pintu utama gereja, akan terlihat lempengan batu pualam putih menempel di tembok bertuliskan kalimat dalam bahasa Latin, yang artinya “Gereja ini didirikan arsitek Marius J Hulswit tahun 1899–1901“. Tetapi, ada juga yang menyebutkan bahwa arsitek gereja ini adalah Pastor Antonius Dijkmans, SJ. Seorang pastor Belanda yang bertugas di Indonesia pada waktu itu. Marius J Hulswit hanya meneruskan apa yang sudah dirancang Pastor Antonius Dijkmans, SJ.

Pesona Keindahan Interior Gereja

Memasuki ruangan di dalam gereja, Anda akan terpesona dengan desain interior yang begitu luar biasa. Pilar-pilar yang tingginya mencapai 17m seolah berbaris kokoh menyangga atap gereja dan membentuk sebuah lorong. Di bagian plafonnya, material kayu jati tampak cantik memperindah langit-langit bangunan dan membuat aura di dalam gereja begitu hangat dan penuh keakraban.

Lukisan jalan salib yang letaknya di dinding sebelah kanan dan kiri ruangan gereja.

Lukisan jalan salib yang letaknya di dinding sebelah kanan dan kiri ruangan gereja.

Di tengah-tengah ruangan, pada deretan bangku umat terdapat mimbar pengkothbah yang dipasang pada tahun 1905. Mimbar ini merupakan hadiah pada perayaan pesta perak Imamat Mgr Luypen dan diresmikan Pastor Wenneker. Yang menarik, mimbar ini memiliki atap berbentuk seperti kulit kerang yang berfungsi sebagai pemantul suara. Jadi, saat berkhutbah suara yang keluar dapat didengar seluruh umat yang hadir. Sayangnya, saat ini mimbar tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Selain itu, di dinding bagian kanan kiri interior gereja ini terdapat lukisan jalan salib. Lukisan ini dibuat Theo Molkenboer, seniman grafis yang berasal dari Amsterdam. Gambar ini mulai ditempel di tembok gereja pada tahun 1912. Disebut jalan salib karena dinding ini menceritakan perjalanan Yesus sebelum disalib. Di setiap gambar Yesus diberi aurrola (lingkaran) yang dilapisi emas.

Tiga Altar Suci

Jauh melangkah ke dalam, Anda akan melihat 3 buah altar, yaitu Altar Utama yang letaknya di tengah, Altar Maria yang letaknya di kiri, dan Altar Santo Yosef yang letaknya di kanan. Altar utama dibuat pada akhir abad ke-19 di negeri Belanda. Altar ini baru pada tahun 1956 dipindahkan dari Gereja Jesuit di kota Grogningen ke Jakarta dan baru dipasang 2 tahun kemudian. Dari posisi inilah, Anda dapat melihat bentuk denah ruangan dalam gereja, yang ternyata berbentuk seperti salib.

Megahnya interior bangunan Gereja Katedral Jakarta.

Megahnya interior bangunan Gereja Katedral Jakarta.

Di area altar ini juga, pada pilar sebelah kirinya terdapat patung Ignatius de Loyola dan sebelah kanan terdapat patung Santo Fransiscus Xaverius. Kedua Santo tersebut adalah pendiri ordo Serikat Yesus serta rasul misi yang paling terkenal, yang menandakan bahwa altar itu dibuat khusus untuk sebuah gereja Serikat Yesus. Hanya saja, karena area altar ini termasuk ke dalam kategori area suci, Anda tidak diperkenankan untuk masuk.

Yang pasti, melihat Gereja Katedral Jakarta ini, bukan semata-mata melihat sebuah tempat ibadah. Lebih jauh dari itu, tempat ini adalah bangunan bersejarah yang wajib kita jaga dan rawat bersama, apapun agama kita. Bangunan ini dapat menjadi saksi hebatnya arsitektur masa lalu. Selain itu, bangunan ini dapat menjadi simbol toleransi antarumat beragama karena letaknya yang berseberangan persis dengan Masjid Istiqlal, tempat ibadah umat Islam.

Foto Jou Endhy Pesuarissa

Advertisements

2 thoughts on “Gereja Katedral Jakarta: Arsitekturnya Menakjubkan

  1. Terus terang, sebagai seorang muslim saya belum pernah masuk ke gereja Katedral ini. Baru dari foto-foto di artikel ini saya melihat bagian dalamnya. Sebagai seorang arsitek, sya melihat tampilan interior gereja ini ditata sedemikian rupa sehingga cukup menciptakan atmosfir kristiani di dalamnya yang kental. Apalagi pemilihan keramik berwarna gelap dan dibuat dengan kombinasi motif yang tertata di bagian selasarnya, makin membuat interiornya cocok dengan gaya bangunannya.
    Itu saja komentar saya. Ditunggu artikelnya yang lain ya…
    thanks a lot.

    Maulina
    (Arsitek)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s