Taman Wisata Alam Angke Kapuk: Bagus, Tapi…

Kawasan Taman Wisata Alam Angke Kapuk di ambil dari atas menara bird view.

Kawasan Taman Wisata Alam Angke Kapuk di ambil dari atas menara bird view.

Jakarta ternyata memiliki objek wisata yang menarik dan eksotis, baik dilihat secara kasat mata atau fotografi. Namanya adalah Taman Wisata Alam Angke Kapuk, yang berlokasi di PIK, Jakarta Utara. Tetapi, entah salah dimana dengan kawasan wisata ini. Yang saya lihat, Objek wisata yang memiliki fasilitas penginapan ini seakan kehilangan nyawanya.

Suatu kehormatan besar diajak Pak CEO Doyan Jalan, Arman Mulyadin, dan pacarnya, Ema, jalan-jalan ke Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Tanpa ada rencana, kami jalan berempat, plus dengan teman saya Ridho. Sesuai dengan kesepakatan, kami berempat memutuskan untuk ketemu di pom bensin Grogol. Dengan menggunakan sepeda motor, kami jalan ke taman wisata ini. Lokasinya berada setelah waterboom PIK dan dekat Sekolah Budha Tzu Chi.

Saya dengan Pak CEO Doyan Jalan, Arman Mulyadin, beserta pacarnya, Ema.

Saya dengan Pak CEO Doyan Jalan, Arman Mulyadin, beserta pacarnya, Ema.

Sepanjang jalan, pikiran saya dipenuhi banyak pertanyaan. Apakah Taman Wisata Alam Angke Kapuk ini adalah tempat wisata yang pernah saya desain di tahun 2007/2008? Tetapi, saya melihat di internet, tempat ini beda desain dengan yang saya rancang dulu. Konsepnya pun ada penginapannya. Padahal ketika dulu saya mendesain bangunan ini hanya dirancang sebagai bangunan konservasi alam di bawah perlindungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Sclupture yang berada di area depan setelah pintu masuk.

Sclupture yang berada di area depan setelah pintu masuk.

Sesampainya di lokasi, saya memastikan bahwa ini lokasi yang berbeda. Menurut penjaga, di PIK ini memang ada 2 hutan mangrove, yaitu Suka Margasatwa Muara Angke dan Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Bedanya, kalau Suaka Margasatwa Muara angke diperuntukkan untuk kawasan konservasi, sedangkan Taman Wisata Alam Angke Kapuk (tempat yang saya kunjungi ini) diperuntukkan sebagai lokasi wisata lingkungan (ecotourism).

Hutan mangrove menjadi pemandangan cantik yang dapat Anda nikmati di sekitar kawasan wisata ini.

Hutan mangrove menjadi pemandangan cantik yang dapat Anda nikmati di sekitar kawasan wisata ini.

 Tiket Jangan Sampai Hilang

Sesampainya di pintu masuk tempat wisata, kami harus membayar tiket Rp25.000 per orang dan Rp5.000 per motor. Tiket ini harus dijaga jangan sampai hilang karena nanti di dalam akan diperiksa lagi. Begitu juga untuk tiket kendaraan, jangan sampai hilang karena akan diminta saat keluar. Sebagai informasi tambahan, tiket masuk asing Rp125.000 per orang, mobil Rp10.000 per unit, dan bus Rp50.000 per unit.

Papan identitas yang ada di area lingkungan. Sebaiknya, setiap tikungan ada papan seperti ini mengingat lokasinya yang luas.

Papan identitas yang ada di area lingkungan. Sebaiknya, setiap tikungan ada papan seperti ini mengingat lokasinya yang luas.

Sekitar 200m dari pintu gerbang, ada pos pemeriksaan. Di tempat ini, Anda wajib menunjukkan tiket yang dibeli di gerbang utama. Selain tiket, semua barang yang dibawa pun turut diperiksa. Saya awalnya bingung, buat apa memerikasa tas. Ternyata, masuk ke dalam objek wisata ini tak diperkenankan membawa kamera. Bahkan, usut-punya usut, HP Tab dan Iphone, tidak diperkenankan dibawa masuk. Jika ingin tetap membawa kamera akan dikenai tarif Rp1juta. Selain itu, Anda tak diperkenankan membawa makanan dari luar.

Bangunan dan halaman di depannya merupakan area yang asik buat berkumpul.

Bangunan dan halaman di depannya merupakan area yang asik buat berkumpul.

Bagi saya, ini peraturan aneh. Baru kali ini ada objek wisata yang melarang membawa kamera dan makanan. Okelah kalau memang keperluannya untuk komersial, saya memaklumi. Ini kan niatannya untuk promosiin tempat ini. Begitu juga dengan makanan. Kenikmatan jalan ke objek wisata adalah bisa makan bersama sambil menikmati pemandangan. Jikalau memang pengelola takut lokasinya kotor, bisa mengalokasikan area tempat makan. Atau, peraturannya adalah membuang sampah dikenakan biaya Rp1juta. Bukan membawa makanannya.

Cottage-cottage ini berbentuk unik, terlihat seperti tenda.

Cottage-cottage ini berbentuk unik, terlihat seperti tenda.

Menikmati Keindahan Mangrove

Kawasan seluas 99,82Ha ini berada di area lahan basah (rawa) dengan vegetasi utama mangrove. Kawasan ini dulunya tambak dan telah direhabilitasi tanaman mangrove seluas 40%. Jenis tanaman yang tumbuh di area ini adalah bakau besar (Rhizophora mucronata Lam.), bakau merah (Rhizophora stylosa), tancang (Bruguiera gymnorrhiza), api-api/sia-sia (Avicennia alba), dan masih banyak lagi. Anda dapat melihat dari pembibitan mangrove yang masih kecil hingga yang dewasa.

Ada banyak sisi edutainment yang sebenarnya bisa diaplikasi di kawasan mengrove seindah ini.

Ada banyak sisi edutainment yang sebenarnya bisa diaplikasi di kawasan mengrove seindah ini.

Taman wisata ini juga menyediakan paket wisata menanam mangrove. Paketnya adalah Rp150.000 per orang. Jika ingin menambahkan papan nama, biayanya Rp500.000 perorang. Saya melihat beberapa papan nama perusahaan, instansi, hingga sekolah terpampang di area penanaman mangrove. Bagi saya, ini adalah unsur yang sangat edukatif dan perlu dilestarikan di tempat ini. Hanya, dengan biaya sebesar ini, rasanya terlalu mahal.

Menara bird eye view. Kondisinya sudah mulai memprihatinkan karena besinya ada yang keropos-keropos.

Menara bird eye view. Kondisinya sudah mulai memprihatinkan karena besinya ada yang keropos-keropos.

Kalau saya sarankan, lebih baik kegiatan ini menjadi kegiatan rutin saja yang bersifat edukatif. Misal, ada aktivitas menanam mangrove setiap sabtu-minggu. Harganyapun tak perlu sebesar itu. Tujuannya, kegiatan ini memberi sosialisasi yang baik buat generasi muda bahwa keberadaan mangrove di pinggir pantai itu sangat penting. Bahkan, kegiatan edukatif ini bisa membuat keluarga datang ke sini hanya untuk mengetahui bagaimana caranya menanam mangrove.

Penginapan dilihat dari atas menara bird eyes.

Penginapan dilihat dari atas menara bird eyes.

Ada Penginapannya Lho!

Tak hanya wisata mangrove, ada penginapan di kawasan ini. Secara arsitektur, bangunan penginapannya sangat unik dan menarik. Saya sangat suka melihatnya. Cottage-nya beratap pelana dengan kemiringan lebih dari 45 derajat, berbentuk prisma, dan terbuat dari material kayu. Setiap kamar hanya bisa dihuni 2 orang, dengan fasilitas kamar mandi di luar. Untuk keluarga, ada penginapan yang dirancang dengan konsep villa, tetapi bagi saya tak semenarik bangunan ini.

Di depan penginapan ini terdapat area api unggun.

Di depan penginapan ini terdapat area api unggun.

Lagi-lagi, saya merasa aneh dengan penginapannya. Entah salah dimana, penginapan ini seperti macan ompong. Hanya bangunannya saja yang menarik tetapi eksekusinya melempem. Ini dikarenakan sepanjang saya lihat bangunan tak ada orang yang menyewa di area cottage ini. Yang ada, hanya villa. Saya coba menganalisis, kenapa orang-orang tak tertarik menginap di sini?

Bentuk cottage unik dilihat dari dekat. Ukurannya seharusnya diperbesar sedikit agar penghuni nyaman di dalamnya.

Bentuk cottage unik dilihat dari dekat. Ukurannya seharusnya diperbesar sedikit agar penghuni nyaman di dalamnya.

Pertama, derajat kemiringan bangunan yang curam dengan ukuran bangunan yang kecil, sepertinya membuat orang tak nyaman berada di dalamnya. Saat berada di dalamnya, tak ada banyak aktivitas yang dilakukan di dalam penginapan ini, selain tidur. Harusnya, desain cottage tetap ada dinding agar kenyamanan orang di dalam bangunan tetap nyaman. Kedua, jarak alas bangunan dan air terlalu rendah. Orang jadi khawatir saat tidur akan terkena air pasang. Ketiga, banyak sampah berserakan di antara pohon mangrove yang mengurangi keindahan tempat ini.

Cottage yang lokasinya berada di atas danau.

Cottage yang lokasinya berada di atas danau.

Tetap Menarik Sebagai Objek Wisata

Terlepas dari penginapannya yang menurut saya kurang nyaman, kawasan ini tetap menjadi objek menarik yang dikunjungi. Secara pemandangan, area ini tertata sangat cantik dan rapih. Anda dapat melihat keseluruhan objek wisata di tempat ini melalui menara bird watching. Anda dapat berkeliling danau melalui jalan kayu. Sepanjang perjalanan ini, Anda akan melihat pemandangan-pemandangan menarik. Tak hanya berbagai jenis mangrove, tetapi habitat di sekitarnya. Dari mulai ikan-ikan kecil hingga bermacam burung unik yang sekelebat terlihat di area ini.

Foto narsis di depan cottage.

Foto narsis di depan cottage.

Jika tak ingin capek, Anda bisa memanfaatkan fasilitas perahu untuk berkeliling. Dari mulai perahu motor, perahu kayu, hingga kano yang bisa disewa. Hanya saja, saya juga kebingungan mencari lokasi tempat penyewaan tempat ini. Saya tak dapat melihat petunjuk yang jelas. Saay tanya ke pengunjung lain, mereka juga kurang paham. Alhasil, karena kecapean mencari dan hari sudah terlalu siang, saya memutuskan untuk tak menyewa perahu ini. Selain itu, perut juga sudah berdemo dan meminta makan.

Perahu adalah fasilitas menarik yang bisa Anda gunakan untuk berjalan-jalan di sini. Sayangnya, saya tak kesampaian naik ini.

Perahu adalah fasilitas menarik yang bisa Anda gunakan untuk berjalan-jalan di sini. Sayangnya, saya tak kesampaian naik ini.

Berbicara makanan, awalnya kami ingin makan di kafe yang berada di dalam tempat wisata ini. Tetapi, setelah saya lihat, kafenya tak representatif. Tak semua tempat buka. Ada yang buka, pelayanannya juga lama. Dengan kondisi ini, kami memutuskan untuk makan di mall. Sayang sekali sih, dengan semua kelebihan dan pesona yang ada di sini, bagi saya tempat ini hanya bagus di tampilannya saja. Padahal, kalau diseriusi, akan jadi tempat nge-hits di Jakarta.

Foto Irfan

Advertisements

5 thoughts on “Taman Wisata Alam Angke Kapuk: Bagus, Tapi…

    • Nah, kalau yang kita, hanya kamera yang diamankan. HP enggak. Rombongan yang lain, Iphone gitu gak boleh. Saya juga bingung dengan peraturan ini, padahal keuntungan ya buat mereka. Dengan jaman medsos yang cepat, Hp jadi alat marketing yang hebat buat promosi.

      Like

  1. Buat yang lagi hunting tempat wisata, di pikir-pikir lagi deh kalo kesini. peraturan nya ga jelas dan pelayanan nya minus banget.

    Kalo laper mending di tahan trus makan di luar. Pengalaman pribadi yg pesen makan dengan rasa ala kadarnya harga semaunya. Hahahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s