Mojokerto 5: Jolotundo, Air Keramat Buka 24 jam

Jolotundo 1_1.jpg

Saat saya ke sini, ada orang yang sedang bersembahyang di pemandian Jolotundo ini.

Mojokerto adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Walau kotanya terbilang kecil, tetapi potensi wisata alam dan peninggalan sejarahnya luar biasa. Ada banyak objek wisata menarik di tempat ini. Salah satunya, pemandian Jolotundo.

Sore sudah mulai menampakkan wajahnya. Saya mulai memacu agak kencang kendaraan yang saya kemudikan. Maklum, objek wisata ini tidak berada di kompleks Trowulan, tetapi di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Secara geografis, tempat ini berada di ketinggian 525m dpl tepatnya di lereng barat Gunung Penanggungan dan di dalam base camp PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup).

Jolotundo 5_1.jpg

Aroma dupa sangat menyengat di hidung. Agak-agak mistis, tetapi memang inilah yang dicari banyak orang saat ke tempat ini.

Selama perjalanan, saya menyaksikan keindahan alam yang memanjakan mata. Saya terpesona dengan hijaunya pesawahan, pemandangan berupa pegunungan, dan rindangnya perkebunan. Setelah saya sampai pintu masuk PPLH, saya harus naik lagi sejauh 2km untuk mencapai Jolotundo. Sesampainya di area pemandian, setiap pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp6.000/orang. Yang membuat saya shock, waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, tetapi pemandian ini masih ramai pengunjung. Setelah ditanyakan ke penjaga tiket, ternyata objek wisata ini memang buka 24 jam, lho. Gile!

Jolotundo 2_1.jpg

Air Jolotundo ini dipercaya dapat membuat awet muda.

Dari penglihatan saya di lapangan, pemandian Jolotundo ini berbentuk empat persegi yang katanya berukuran 16m x 13m dan menghadap barat. Di kanan-kirinya terdapat masing-masing sebuah kolam kecil. Di atas kolam kecil tersebut terdapat bangunan seperti candi. Secara kasat mata, bentuk pemandian ini telah banyak yang rusak. Selain pemandian, Anda dapat menyaksikan ikan-ikan besar dalam jumlah yang banyak.

Jolotundo 3_1

Jalan setapak ini dianggap jalan suci dan banyak orang yang mengambil air di tempat ini.

Selama saya berada di sini, aroma kemenyan sangat menyengat hidung. Agak mengganggu, tapi inilah sisi menarik karena tempat ini dianggap memiliki banyak cerita mistisnya. Konon, tempat ini juga dipercaya sebagai tempat pesugihan dan memanjatkan doa bagi dewa-dewi. Sementara, airnya sendiri dianggap sangat berkhasiat karena dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan dipercaya dapat membuat awet muda. Walau tidak percaya beginian, tetap saja saya membasuh muka dengan wudhu.

Jolotundo 6_1.jpg

Ada banyak ikan di kolam Jolotundo ini yang dianggap keramat. Makanya, tidak ada orang yang berani mengambil ikan di sini.

Setelah puas berjalan-jalan di sini dan faktor malam sudah menyapa, saya meninggalkan tempat ini. Semoga, cerita Mojokerto ini memberi informasi yang bermanfaat bagi Anda. Sampai bertemu di perjalanan berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s