Masjid Raya Al-Mashun Medan: Mengenal Bangunan Peninggalan Sultan Maimun

masjid-almashun-1_1

Megahnya Masjid Al-Mashun yang menjadi tempat ibadah kebanggaan masyarakat Medan.

Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah ternyata tak hanya meninggalkan bangunan cantik berupa Istana Maimun. Sang Sultan pun meninggalkan jejak sejarah dengan mendirikan sebuah masjid megah yang dikenal dengan Masjid Raya Medan bernama Masjid Al-mashun.

 Jika Anda jalan-jalan ke Medan, selain berkunjung ke Istana Maimun, Anda bisa sekalian berkunjung ke Masjid Al-Mashun yang berlokasi di jalan Singsingamangaraja, Medan. Jarak antara istana dan masjid ini kurang dari 1km dengan waktu tempuh tak sampai mencapai 10 menit. Kedua bangunan ini merupakan bukti nyata kejayaan Kerajaan Deli yang dipimpin oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah.

masjid-almashun-4_1

Gerbang masuk ke dalam area Masjid Al-Mashun.

Masjid yang dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909 ini dulunya menyatu dengan bangunan Istana Maimun. Secara layout kawasannya adalah Istana Maimun, halaman terbuka, lalu Masjid Al-Mashun. Jadi, dari Istana Maimun Anda bisa langsung melihat wajah masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Medan ini. Hanya, populasi penduduk yang membludak di daerah ini membuat istana dan masjid seolah terpisah.

masjid-almashun-6_1

Pintu masuk ke dalam Masjid Al-Mashun, seperti sebuah bangunan berbentuk segi delapan.

Secara peruntukkan bangunan, Masjid Al-Mashun ini terbagi menjadi 3 zona, yaitu ruang utama (tempat beribadah), tempat wudhu, dan gerbang masuk. Untuk mengakses ke dalam masjid ini, Anda dapat melewati 4 serambi utama yang berlokasi di area depan, belakang, dan samping kiri-kanan masjid. Keempatnya difungsikan sebagai pintu masuk. Sebagai penghubung ke-4 serambi itu, ada selasar yang mengitari bangunan Masjid seperti benteng.

masjid-almashun-3_1

Bangunan ini seperti dikelilingi oleh selasar berdinding layaknya benteng. Ini yang membuat masjid ini terlihat unik.

Sama seperti Istana Maimun, bangunan ini memiliki desain melengkung di bagian jendelanya. bagitu juga pada kolom-kolom bangunan yang agak mirip dengan istana. Untuk desainnya pun, Masjid  Al-Mashun ini juga konon terbangun dari perpaduan beberapa gaya, seperti Melayu, Persia, Mesir, Iran dan Arab. Hanya, untuk warna, masjid ini beda dengan istana. Jika warna istana kuning keemasan, sedangkan masjid ini putih dan kehijauan, yang menandakan tempat ini suci dan menyejukkan.

Advertisements

3 thoughts on “Masjid Raya Al-Mashun Medan: Mengenal Bangunan Peninggalan Sultan Maimun

  1. Ah, sempat kedua-duanya kemren, Istana Maimun dan Masjid Al-Mashun, dua2nya suka desingnya meskipun gak gitu ngerti ttg jenis2 arsitektur. Dua2nya cantik. Ah berarti bangunan di antara Masjid dan Istana mengambil wilayah dong yah. Ehm. Nice sharing!

    Like

  2. Pingback: Masjid Raya Al-Mashun Medan: Mengenal Bangunan Peninggalan Sultan Maimun | arsitektour

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s