Wajah Terbaru Pulau Tidung, Si Pemilik Jembatan Cinta

tidung-2_1

Inilah wajah Pulau Tidung di tahun 2009. Jembatannya masih bagus, lautnya masih biru.

Letaknya yang tak jauh dari pusat kota Jakarta membuat Kepulauan Seribu menjadi destinasi wisata pilihan bagi banyak warga Ibukota yang ingin menghabiskan liburan akhir pekan. Dari sekian banyak pulau yang ada di Kepulauan Seribu, Pulau Tidung pernah dan masih menjadi destinasi wisata favorit.

Gaung keindahan Pulau Tidung sudah tercium dari 7-8 tahun lalu, tepatnya di tahun 2008-2009. Di tahun tersebut, pulau ini mulai menjadi incaran banyak orang, untuk menghabiskan liburan akhir pekan. Bahkan, menurut penduduk yang ada di Pulau Tidung, tempat ini pernah mengalami masa kejayaannya di tahun 2011-2013, yang mana ribuan orang datang berkunjung ke tempat ini setiap akhir pekan.

tidung-11_1

Inilah keindahan Pulau Tidung di tahun 2009.

Pulau Tidung memang memesona. Tak hanya jaraknya yang cukup dekat dibandingkan pulau lainnya di Kepulauan Seribu, tetapi pulau ini memiliki ikon menarik. Namanya adalah Jembatan Cinta. Jembatan ini menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Untuk menuju Pulau Tidung Kecil, Anda harus melewati Jembatan Cinta. Yang membuat fenomenal adalah jembatan ini menjadi tempat tantangan untuk terjun bebas. Berani terjun di jembatan ini?

tidung-6_1

Inilah kondisi Jembatan Cinta di tahun 2009 yang ikonik dan fenomenal. Anda wajib mencoba terjun di sini.

Pertama kali saya datang ke Pulau Tidung awal tahun 2009. Waktu itu, kondisi pulau cukup sepi dan tenang. Jumlah homestay pun belum banyak. Bahkan, Anda masih bisa bersepeda ke sana-sini dengan leluasa. Di tahun 2011, saya kembali ke sini dengan para sahabat terdekat. Kondisinya cukup memprihatinkan. Pulau ini sangat sesak dipadati banyak orang dan tak tertata sama sekali. Bahkan, kesannya hanya diekspoitasi tanpa ada yang mengasihani.

tidung-5_1

Di sepanjang jalan ini lantainya sudah dibeton dan pagarnya terbuat dari material besi.

Nah, di awal yahun 2017 ini, saya berkesempatan kembali ke Pulau Tidung. Sebenarnya karena terpaksa saja. Saya sudah drop duluan dengan kondisi Pulau Tidung di tahun 2011. Beruntung, apa yang saya pikirkan tak semuanya terjadi. Minimalnya, pulau ini masih terlihat cukup menawan sebagai destinasi wisata dibanding tahun 2011. Walau PKL jumlahnya semakin banyak, tetapi lebih tertata dibanding tahun 2011.

tidung-3_1

Ini foto dermaga pelabuhan Pulau Tidung di tahun 2009, masih tradisional tetapi menawan. Di tahun 2011, tampilan fisik sama dengan tahun 2009, tetapi kondisinya lebih parah.

Jika dibandingkan dahulu, melihat fisik Pulau Tidung di tahun 2017, pulau ini sudah memiliki beberapa spot dan wajah baru. Kini, ada dermaga yang terbuat dari besi. Dulunya, dermaga hanya dibuat seperti sebuah jalan di atas air. Tak ada sisi arsitektur yang menarik.

tidung-1_1

Dermaga pelabuhan Pulau Tidung di tahun 2017. Tak hanya bentuknya yang cantik, pengunjung pun dibuat nyaman saat naik dan turun kapal.

Bentuknya sangat arsitektural dan modern. Lihat bentuk lengkungan besinya yang membuat bangunan ini sangat dinamis. Selain itu, atapnya juga membuat dermaga ini jadi lebih cantik. Kehadiran dermaga ini menambah sisi keunikan dan nilai positif dari Pulau Tidung. Dengan adanya pelabuhan ini, Anda juga jadi dipermudah saat naik dan turun kapal. Selain itu, Anda juga tak perlu takut cuaca karena bisa menjadi tempat berteduh dikala panas dan hujan.

tidung-7_1

Wajah jembatan Cinta terbaru.

Menengok ikon Jembatan Cintanya pun sudah berubah banyak. Dulu, besinya berwarna silver dan dikombinasikan dengan pijakan kayu besi. Kini, besinya berwarna pink keungu-unguan. Mungkin, biar lebih mengesankan cintanya. Nah, untuk jembatan penghubung yang dulu terbuat dari kayu, saat ini sudah berubah. Materialnya dari besi beralaskan beton. Konon, alas beton ini akan dilapisi lagi dengan batu alam.

tidung-8_1

Wajah jembatan Cinta dikala sunset di tahun 2011.

Walau begitu, ada sisi negatif yang harusnya segera ditangani pemerintah daerah Pulau Tidung. Ini terkait sampah. Saya melihat baik di pulau maupun di laut, sampai mulai banyak terlihat. Tentunya, ini tak bagus bagi tempat ini. Semoga, sampah-sampah ini bisa ditangani segera. dan bagi Anda para wisatawan, tolong sama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya terkait sampah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s