Main Bersama Para Rusa di Ranca Upas Bandung

keindahan perbukitan dan para rusa menjadi pemandangan menarik yang dapat Anda nikmati di sini.

keindahan perbukitan dan para rusa menjadi pemandangan menarik yang dapat Anda nikmati di sini.

Bandung menawarkan banyak objek wisata yang luar biasa. Salah satunya adalah berwisata sambil bermain dengan rusa-rusa jinak di Ranca Upas, Bandung.

Ada perasaan lain yang menyeruak di sanubariku saat kutahu mau bertemu dengan para rusa. Angan ini melayang, membayangkan gambaran rusa-rusa yang ada di film-film beserta kereta dan saljunya. Sayangnya, saya tidak akan menemui kereta dan salju karena ini Indonesia yang hanya mengenal 2 musim. Tetapi, itu tidak menyurutkan semangat saya untuk menikmati keindahan alam Ranca Upas, Bandung, beserta para rusanya.

Saya bersama para rusa yang hobi sekali makan wortel.

Saya bersama para rusa yang hobi sekali makan wortel.

Ranca Upas berjarak 50km dari Kota Bandung. Lokasi tepatnya setelah Kawah Putih Ciwidey, terletak di sebelah kanan jalan dengan gerbang yang cukup mudah untuk ditemukan. Berbicara tentang nama Ranca Upas ini ada cerita menarik di belakangnya. Orang Belanda bernama Upas hilang di tempat ini yang dulunya masih berupa hutan dan rawa (Ranca). Dikarenakan proses pencarian yang menyebar hingga ke masyarakat dalam mencari Upas di Ranca, kemudian nama ini dikenal dengan nama Ranca Upas.

Satu-satunya bangunan yang berada di dalam penangkaran, tempat melihat para rusa.

Satu-satunya bangunan yang berada di dalam penangkaran, tempat melihat para rusa.

Udara Segar Khas Pegunungan

Sesampainya di parkiran, udara dingin nan sejuk langsung menyelimuti tubuh kami. Maklum, objek wisata ini berada di ketinggian 1.700 Dpl. Untungnya, tidak sampai membuat saya menggigil karena matahari cukup terik. Pemandangan hijau terhampar di sepanjang mata memandang. Jajaran perbukitan makin menambah keasrian dan kealamian tempat ini. Tentunya, ini sebuah nilai positif karena tidak pernah saya temui ketika saya sedang berada di Jakarta.

Keindahan tanduk rusa yang tiada tara.

Keindahan tanduk rusa yang tiada tara.

Oya, objek wisata ini terletak persis bersebelahan dengan objek pemandian air panas Ranca Upas. Selain itu, di tempat ini juga merupakan area bumi perkemahan yang dibuka buat umum. Jadi, Anda bisa sekalian berenang setelah bermain dengan para rusa ini. Atau menghabiskan akhir pekan dengan berkemah di tempat ini. Selain tempat penangkaran rusa, tempat ini memiliki beberapa teman dan tempat flying fox.

Tak hanya wisata, ada pengalaman edukasi yang bisa diterapkan saat berkunjung ke sini.

Tak hanya wisata, ada pengalaman edukasi yang bisa diterapkan saat berkunjung ke sini.

Kondisi Penangkaran Rusa

Setelah mencapai tempat penangkaran, kami naik ke atas sebuah bangunan yang terbuat dari material kayu. Tepat di pintu masuk, Anda harus membayar tiket Rp5.000/orang. Di tempat ini juga Anda bisa membeli wortel untuk memberi makan para rusa. 1 kantong wortel dihargai Rp5.000. Saya pun membeli 2 kantong wortel untuk bermain-main dengan para rusa. Oya, buat teman-teman yang berkunjung ke sini, kantong kresek bekas wortel mohon jangan dibuang sembarangan ya. Buanglah ke tong sampah!

Tempat ini cocok untuk wisata Anda dengan keluarga.

Tempat ini cocok untuk wisata Anda dengan keluarga.

Menurut penjaga yang kami temui, awalnya tempat penangkaran ini hanya terdiri dari 6 ekor rusa (1 pejantan dan 5 betina). Kini, kawanan rusa ini jumlahnya sudah mencapai 50an. Yang menarik, para rusa ini sepertinya sudah tidak asing dengan kehadiran manusia. Bahkan, mereka akan mendekat saat kita memberi mereka makanan wortel. Walau mereka sudah jinak, tetapi Anda harus tetap berhati-hati khususnya dari tanduk rusa.

Umur para rusa di sini sangat bervariatif.

Umur para rusa di sini sangat bervariatif.

Anda juga masih diperkenankan untuk turun ke area rusa jika berani. Yang terpenting, Anda tidak mengganggu dan membuat mereka ketakutan. Saat mereka ketakutan, para rusa ini bisa berubah jadi liar. Selain itu, untuk keamanan Anda, jangan lupa tanyakan ke penjaga. Karena, saat musim kawin, para rusa ini tidak sejinak seperti biasanya. Para induk akan lebih liar karena mereka seolah ingin melindungi anak-anaknya.

Setiap ada orang yang membawa wortel, para rusa ini sudah berjajar mengantri makan.

Setiap ada orang yang membawa wortel, para rusa ini sudah berjajar mengantri makan.

Sejatinya, rusa-rusa ini tidak dalam penangkaran tetapi hidup di alam liar. Hanya saja, banyaknya manusia yang tidak bertanggung jawab dan memburu mereka memberi ruang hidup yang baik bagi para rusa ini. Semoga, para rusa ini tetap disehatkan dan diberi kehidupan yang lebih baik walau berada di dalam penangkaran. Jujur, saya jatuh hati dengan rusa-rusa ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s