Stone Garden Bandung, Bak Setting Gunung Mordor di Film Lord of The Ring

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Keindahan Taman Batu atau Stone Garden di Bandung, Jawa Barat.

Di antara banyaknya objek wisata di Bandung, Stone Garden langsung mencuri perhatian banyak orang. Segudang keunikan yang dapat Anda lihat dari bentuk-bentuk batu, lalu disempurnakan dengan keindahan pemandangan sekeliling bukit, membuat tempat ini kian dipuja dan dikagumi.

Stone Graden yang terletak di Kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat, belakangan ini menjadi primadona objek wisata di Kota Kembang. Semua berlomba-lomba untuk mendatangi tempat ini. Tak hanya para pecinta jalan-jalan, orang-orang biasa, anak-anak muda gaul Bandung, dan orang yang sudah berkeluarga pun banyak yang terpikat dengan keindahan sang batu.

Stone 1_1

Identitas Stone Garden yang lokasinya dekat tempat tiket.

Ya, jika diperhatikan secara seksama, bukit dengan ketinggian 900dpl dan luas sekitar 2 hektar ini memiliki batu yang aneh. Batunya mirip terumbu karang yang berada di dasar laut. Cerita yang berkembang di sini, katanya kawasan perbukitan ini berada di dasar laut. Karena adanya aktivitas bumi dan pergeseran lempeng maka terangkatlah ke permukaan dan menjadi tebing bukit kapur seperti sekarang. Tak heran, jika beberapa bentuk batu yang ada di atas bukit ini menyerupai batu karang yang berongga-rongga.

Stone 3_1

Keindahan yang dapat Anda lihat di Stone Garden ini.

Dua Akses Beda karakter

Untuk menuju kesini, jalannya tidak terlalu sulit. Jika Anda dari arah Jakarta dan lewat jalur Cipularang, keluarlah melalui tol Padalarang menuju Kota Baru Parahyangan. Lalu, arahkan kendaraan Anda menuju arah Cianjur. Lokasinya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15—20 menit dari Kota Baru parahyangan. Ada 2 akses yang dapat Anda tempuh menuju Stone Garden ini.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Walau berupa bebatuan, keindahannya tiada tara.

Akses pertama, Anda bisa melewati situs Goa Pawon yang ditandai dengan gapura hitam besar di sisi kanan jalan, bertuliskan Situs Goa Pawon. Dari sini, Anda bisa mengunjungi 2 lokasi sekaligus, yakni Goa Pawon (tempat ditemukannya fosil manusia purba) dan Stone Garden. Jalan ke sini kondisinya mulut, tetapi curam untuk dilalui kendaraan. Anda harus berhati-hati karena medannya naik dan turun. Selain jalannya curam, Anda juga harus berjalan kaki sejauh 1,5km melewati hutan kecil dengan bervariatif, hingga 60 derajat.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Anda harus tetap berhati-hati jika melakukan foto di atas bebatuan ini.

Akses kedua, Anda dapat melalui jalan pabrik-pabrik pengolahan batu kapur. Dari jalur utama, akses ini agak tersamarkan karena tidak ada papan penunjuk jalan. Patokannya adalah masjid Al Ikhlas, yang lokasinya berada di kanan jalan. Dibandingkan akses pertama, akses kedua ini jalannya berbatu dan tidak bagus. Enaknya, kendaraan Anda bisa masuk hingga pelataran parkir tepat di kaki gunung Masigit. Anda juga tidak perlu jalan lama, cukup jalan 5 menit dan Anda sudah sampai Stone Garden. Saya rekomendasi akses kedua ini, ya!

Bagi saya, aneh ada batu karang berada di atas bukit.

Bagi saya, aneh ada batu karang berada di atas bukit.

Sudah Jadi Objek Wisata Resmi

Terhitung sejak Februari 2015 kemarin, Stone Garden telah dikelola secara swadaya oleh warga sekitar. Tak heran, jika segala fasilitas seperti toilet dan tempat jajan sudah tersedia dan tertata. Yang menarik, para pegawai yang bekerja di sini, dari juru parkir hingga penjaga loket mengenakan pakaian adat dengan ikat kepala, khas pakaian sunda. Menurut Kang Ajat, salah satu penjaga di sana mengungkapkan, ini untuk memberi sesuatu yang beda dengan objek wisata lainnya.

Batu-batu ini kebanyakan berukuran raksasa. Saya dibuat terperangah karenanya.

Batu-batu ini kebanyakan berukuran raksasa. Saya dibuat terperangah karenanya.

Dari parkiran Anda berjalan kaki sekitar 5 menit melewati warung-warung makan. Lalu, Anda akan menemui pos pembayaran tiket masuk. Per orangnya wajib membayar Rp5.000. Dari sini, Anda sudah dapat melihat pesona batu alam yang indah. Jika diperhatikan secara detail, taman batu ini seperti setting Gunung Mordor di film Lord of The Ring. Batu-batu ini tersusun acak dan alami. Ukurannya pun terbilang cukup besar-besar. Jadi, hal yang tidak mungkin jika orang harus mengangkat batu-batu karang ini ke puncak gunung.

Semoga, semua keindahan ini akan terus ada walau waktu terus bergulir.

Semoga, semua keindahan ini akan terus ada walau waktu terus bergulir.

Oya, waktu ideal mengunjungi Stone Garden adalah pagi atau sore hari. Di sini Anda dapat melihat keindahan sunrise atau sunset. Namun, bagi Anda yang datang di sore hari, Anda wajib turun pada jam 18.00. Menurut Pak Jauhari, penjual makan di Stone Garden, semua wajib turun pukul 18.00 dikarenakan para monyet kembali untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas. “Sama-sama saling menjaga, biar monyet ini tetap bisa hidup tenang di sini,” ucapnya. Selain itu, setelah malam, tempat ini tidak ada penerangan. Tertarik berkunjung ke sini?

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Stone Garden Bandung, Bak Setting Gunung Mordor di Film Lord of The Ring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s